Pine Forest – Red Crater ( Pancar Mountain )

The time has brought me here, admire how beautiful creations with gratitude from Allah. Enjoy the evening and almost rain…

Pine Forest tempting the desire to come back here , located in the Sentul City, Bogor less than half a day trip from Jakarta.

IMG_1305

I set out with my cousin and the preparation is less matute, but very pleasant for ย us

IMG_1306

We should come early because the weather is unpredictable . Bogor is also famous as the city of rain. We arrived late afternoon. To come in the pine forest in charged 10 thausand rupiah/person . In Pine forest there are track for climbing, camping and thermal baths, which contained mineral. The temperature of hot water in the Pine Forest is just warm.

Warm water flowing river Pine Forest is come from sources that are Red Crater about 2 kilos from Pine Forest.

The entrance fee into the Red Crater, 10 thousand rupiah for adults and 3 thousand rupiah for children

IMG_1337

To be able to get into the Red Crater the car most be parked at the mosque, and than we went on foot as far as 200 meters.IMG_1316

On the side of the road to the Red Crater contained Pandan Garden which is a source of additional income local residents. For you who want to enjoy a soak in the pool water Red Crater could try the private or the public. Private Red Crater plunge cost 25 thousand rupiah for an hour while the common 10 thousand rupiah for an hour.IMG_1333IMG_1332IMG_1314

Many tourist from Korea came to the Pancar Mountain climbing with route Pine Forest and Red Crater. for you like a challenge shall be tried vacations here.

Have a good vacations guys…:)

#GunungPancar #KawahMerah

 

Telaga Biru Cisoka Tangerang

IMG_1122Berbekal informasi teman tentang wisata Telaga Biru yang terletak di Jalan Tiga Raksa , Cisoka, Cigaru, Tangerang Banten inilah besoknya yang kebetulan saat itu sedang ada kerjaan di Tiga Raksa tak mau melewatkan kesempatan berwisata murah meriah disela kesibukan, mengingat jarak dari tempatku lumayan jauh sangat sayang kalau kesempatan ini dilewatkan begitu saja.

Setelah makan siang saya memutuskan untuk pergi menuju Talaga Biru dengan 2 rekan saya, waktu yang saya punya hanya 1 jam, melihat alamat yang saya reset pada aplikasi waze seharusnya jarak yg saya tempuh hanya 17 menit , realitanya saya harus menempuh jarak setengah jam berikut nyasar…hehehe. Jarak Talaga Biru dari pusat Tiga Raksa sekitar 4-5 kilometer

Saya harus belok kiri setelah Toko Elly ada sebuah gang kecil yang hanya cukup untuk satu mobil…saya sarankan kalau ingin berkunjung keTalaga Biru lebih baik mengunakan sepeda motor saja. Dari jalan utama Tiga Raksa ke lokasi masih ada sekitar 1 kilometer. Setelah disini harus banyak nanya karena banyak pertigaan dan minimnya papan penunjuk arah wisata.

Pertengahan jalan akan ada yang jaga dan kita harus membayar retribusi , karena saya menggunakan mobil maka dikenakan tarif Rp 10,000,- ( Mobil ) dan Rp 5,000,- ( Motor ).

Jalan menuju kelokasi kita akan melwati persawahan indah dan sejuk, ketika saya datang ke Talaga Biru memang agak sepi karena itu adalah hari kerja, dan ada pembakaran sampah yang terlihat seperti kabut senja… ๐Ÿ™‚ sebenernya jadi ga nyaman karena bau asap , lalu harus cepat karena cuaca yang terik tiba-tiba hujan petir.

Jangan khawatir buat teman-teman yang tidak bawa bekal disekitar lokasi juga banyak warung tenda sederhana yang menjual makanan harganya pun sangat bersahabat, tapi tetep yah saran saya untuk bertanya terlebih dahulu sebelum membeli.

IMG_1124IMG_1121IMG_1118

Tempat ini cocok juga dijadikan lokasi untuk foto Prewedding tapi bukan untuk wisata keluarga

IMG_1117IMG_1113

Mantabb untuk dimasukan ke booklist wisata murmer temen-temen untuk melepas penat sesaat.

Selamat Berlibur

Riwayat Lukman Al-Hakim

Berikut diceritakan suatu kisah yang sudah masyhur, kisah Luqman AL-Hakim dan Keledai, tapi alangkah baiknya kita mengenal sedikit siapa itu Luqman Al-Hakim. Luqman Al-Hakim adalah seseorang yang istimewa, yang namanya Allah abadikan dalam Alquran. Beliau bukanlah nabi atau rasul, tapi pola didik terhadap anaknya patut dijadikan panutan. Dialah Luqman Al hakim.

Banyak perbedaan pendapat dari kalangan ulama mengenai siapa sesungguhnya Luqman Al Hakim. Ibnu Katsir mengatakan bahwa “Luqman adalah seorang lelaki sholeh, ahli ibadah dengan pengetahuan dan hikmah yang luas.” Ibnu katsir juga mengatakan bahwa “Luqman Al Hakim didalam Al Quran adalahLuqman bin Unaqa’ bin Sadun.” Ada juga yang mengatakan dia adalah Luqman bin Sarad sebagaimana dikisahkan oleh Ali Suhaili dari Jarir dan Al Khuzaimi.

Ibnu Khatim mengatakan bahwa “Abu Zur’ah Shafwan bin Walid, Abdurrahman bin Yazid telah bercerita kepada kami dan Jabir berkata “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Luqman Al Hakim dengan Hikmahnya. Seorang lelaki yang sudah mengenal dirinya dan sebelumnya pernah melihatnya didalam sebuah majelis bertanya kepadanya “Bukankah engkau budak dari bani fulan yang menggembalakan kambing kemarin. Luqman menjawab “Ya” Lelaki itu berkata “Apa yang membawaku menyaksikanmu hari ini?” Luqman berkata “Takdir Allah, menunaikan amanah, jujur dalam perkataan dan meninggalkan apa-apa yang tidak berguna.” (Tafsir Al Quran Al Azhim Juz 12 hlm 333-335)

Allah Azza wa Jalla telah mengangkat Lukman Al Hakim dengan hikmahnya. Untuk itu Luqman dijuluki dengan Ahlul Hikmah. Mungkin kita sudah sering mendengar kata hikmah. Namun pada hakikatnya kita sering meleset akan arti hikmah tersebut. Hikmah adalah kemampuan memecahkan masalah dan mampu mencari solusi terbaik dari suatu masalah. Sehingga hasil dari hikmah itu adalah kemaslahatan bagi orang tersebut.

Ada beberapa ayat dalam Alquran yang mengabadikan pelajaran Luqman terhadap anaknya, salah satunya adalah firman Allah :

ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู‚ู’ู…ูŽุงู†ู ู„ุงุจู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุนูุธูู‡ู ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠูŽู‘ ู„ุง ุชูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒูŽ ู„ูŽุธูู„ู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ

Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.
(QS. Luqman: 13).

Kembali ke kisah inti yang akan diceritakan, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa pada suatu hari Luqman al-Hakim bersama anaknya pergi ke pasar dengan menaiki seekor Keledai. Ketika itu Luqman naik di punggung Keledai sementara anaknya mengikuti di belakangnya dengan berjalan kaki. Melihat tingkah laku Luqman itu, ada orang yang berkata, โ€œLihat itu orang tua yang tidak merasa kasihan kepada anaknya, dia enak-enak naik keledai sementara anaknya disuruh berjalan kaki.โ€ Setelah mendengarkan gunjingan orang orang, maka Luqman pun turun dari keledainya itu lalu anaknya diletakkan di atas keledai tersebut. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, โ€œHai, kalian lihat Situ ada anak yang kurang ajar. Orang tuanya disuruh berjalan kaki, sedangkan dia enak-enaknya menaiki keledai.โ€
Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas punggung keledai itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang-orang juga ribut menggunjing, โ€œHai teman-teman, lihat itu ada dua orang menaiki seekor keledai. Kelihatannya keledai itu sangat tersiksa, kasihan ya.โ€ Oleh karena tidak suka mendengar gunjingan orang-orang, maka Luqman dan anaknya turun dari keledai itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, โ€œHai, lihat itu. Ada dua orang berjalan kaki, sedangkan keledai itu tidak dikenderai. Untuk apa mereka bawa keledai kalau akhirnya tidak dinaiki juga.โ€

Ketika Luqman dan anaknya dalam perjalanan pulang ke rumah, Luqman al-Hakim menasihati anaknya tentang sikap orang-orang dan keusilan mereka tadi.

Luqman berkata, โ€œSesungguhnya kita tidak bisa terlepas dari gunjingan orang lain.โ€
Anaknya bertanya, โ€œBagaimana cara kita menanggapinya, Ayah?โ€

Luqman meneruskan nasihatnya, โ€œOrang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan melainkan hanya kepada Allah Swt. Barang siapa mendapat petunjuk kebenaran dari Allah, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam mengambil keputusan.โ€

Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, โ€œWahai anakku, carilah rizki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya orang fakir itu akan tertimpa tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (kepribadiannya). Lebih dari sekedar tiga perkara itu, orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan menyepelekannya.โ€

dari kisah diatas semoga kita bisa mendapat pelajaran yang berharga, selama apa yang kita lakukan itu diiringi niat baik, keikhlasan dalam berproses dan tidak melanggar syari’at, maka omongan orang tentang apa yang kita perbuat tidak usah diambil hati dan tidak perlu khawatir. bahkan jangan sampai omongan negatif orang pada kita mendorong kita menjadi malas melakukan pekerjaan, minder / rendah diri, tidak bersemangat lagi dan mendorong kita melakukan hal-hal yang tidak terpuji lainnya. jadikan semua itu sebagai batu ujian yang bisa kita jadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh lagi. Kalaupun khawatir, khawatirlah jika yang kita lakukan itu jelek dimata Allah dan mengundang murka Allah, naudzubillah….

“Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupa dan harta kalian, melainkan pada hati dan amal shalih”

Berlomba-lombalah dalam membagus-baguskan hati dan amalan kita sebagai bekal di akhirat kelak ย dan bukan malah membagus baguskan penampilan.

Belajar dari kisah diatas maka luruskanlah “Niat” mantabkan “Tujuan”
semoga bermanfaat..:)

Sumber dari blok Harian Hikmah dan kajian Tausiah Aa Gym

Gambar diambil dari : http://www.grazera.com/anak-dan-remaja/seri-kisah-teladan-luqman-al-hakim-dan-keledai-39985.html